Wednesday, June 17, 2015

Ramadan Kareem

Alhamdulillahirabilalamin ...

Tidak ada kata yang lebih pantas diucapkan untuk berterima kasih kepada Allah SWT selain Alhamdulillah.
Alhamdulillah ya Allah tahun ini saya masih dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan.
Alhamdulillah ya Allah saya masih diberikan kesehatan untuk menjalani puasa dan segala ibadah di bulan suci Ramadhan.
Alhamdulillah ya Allah saya masih berkesempatan melaksanakan ibadah pada hari-hari awal bulan suci Ramadhan ini di rumah bersama keluarga.

Ramadhan selain bulan yang penuh berkah juga merupakan bulan yang dinantikan oleh seluruh umat muslim. Biasanya sebelum maghrib mulai menjamur dari pedagang-pedagang kolak dan aneka tajil sampai pedagang kembang api dan petasan. Iklan sirup marjan yang marak di televisi swasta nasional juga tidak kalah sebagai salah satu penanda datangnya Ramadhan.

Khotbah dan tausiah Ramadhan sering berisikan tentang ampunan dosa manusia di bulan suci Ramadhan. Lalu taukah kita syarat untuk mendapatkan ampunan itu ?

Ternyata ada dua syarat untuk memperoleh ampunan dengan puasa Ramadhan, yaitu :
1. Mengimami dengan benar akan kewajiban ini
2. Mengharapkan pahala karennya di sisi Allah Ta'ala

Puasa Ramadhan adalah rukun keempat dalam Islam. Berikut Sabda Nabi mengenai puasa ramadhan :
Islam didirikan di atas lima sendi, yaitu: syahadat tiada sembahan yang haq selain Allah dan Muhammad adalah rasul Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji ke Baitul Haram. " (Hadits Muttafaq 'Alaih).

Sesuai dengan Firman Allah Ta'ala :
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. "(Al-Baqarah : 183)

Dengan bertambahnya usia dan bertambahnya kedewasaan kita menyikapi segala hal, semoga diiringi juga dengan bertambahnya iman islam kita. Salah satunya berusaha puasa Ramadhan dengan tidak hanya "tidak batal puasanya" melainkan "tidak batal pahalanya". Why (?) Rasanya terlalu sayang kalau sekitar 13.5 jam setiap harinya selama 30 hari kita hanya "ikut" berpartisipasi menahan lapar dan haus saja. Kalau kita bisa menahan lapar dan haus saja memang tidak batal puasa kita. Tetapi, kalau niatnya mengambil pahala yang ditawarkan Allah dengan "cuma cuma" di bulan baik ini kita harus juga menjaga lisan, pandangan, nafsu dan banyak hal lain disamping sekedar menahan haus dan lapar.



Saya pribadi memohon maaf atas segala khilaf baik yang disengaja maupun tidak. Semoga berlimpah berkah di setiap harinya. Selamat menjalankan ibadah Ramadhan :)

No comments:

Post a Comment